Team Personil Sanggar

Dari awal Pembentukan Sanggar Seni Kreatif GERAM (Gerakan Anak Alam), sebagai Inspirator adalah Anang W dan Komang Sugiarta yang biasa dipanggil Komang Ojok, yang tentunya diawal ide pembentukannya dan resmi didirikan tanggal 1 Oktober 2015, yang terhitung tanggal 1 oktober kemarin genap usia Sanggar sudah berusia 1 (satu) tahun.

  

ANANG W:


Adalah Pelukis Dan Seniman, banyak Pengalaman yang telah dilewati, Senang mencari dan Mengejar Ilmu Tanpa harus terpaku Pendidikan Formal. Kemauannya untuk Belajar dan terus belajar, menempa dirinya menjadi Sosok Seniman Plus yang komplit, karena ditempa oleh Alam. Dari Pelukis, Pelatih Catur Gianyar, membawa anak-anaknya sempat mendapatkan Penghargaan Kejuaraan Catur setingkat ASEAN. Melukis Realis wajah sudah dilakoni dari melukis Mantan Bupati Gianyar Cok Ace, Mantan Bupati Karangasem Wayan Geredeg, Ketua DPRD Kr Asem, Bapak PANGDAM UDAYANA, dan Lukisan Gadie Tenganan dikoleksi oleh Bapak Gubernur Made Mangku Pastika, Ibu Dewi yg dulunya sebagai Direktur BI wilayah Bali dan masih banyak yang lainnya.
Sosok Anang W, juga sempat Hijrah ke Kalimantan Kutai, ikut mendirikan Sanggar Seni dg Perusahaan Tambang Batubara.
Disamping Lukis Wajah Realis, Anang W, juga sering dimintai tolong oleh Masyarakat khususnya Seluruh Keluarga Besar Sanggar Seni Kreatif GERAM, membantu Penyembuhan Penyakit dan mengadakan Ritual Pengamanan Diri dan Pengamanan Pekarangan dari Gangguan yang sesuatu yang tampak Irasionil.

KOMANG SUGIARTA :


Sosok Komang Sugiarta, yang sering dipanggil akrab dengan sebutan Komang Ojok,yang sempat menikmati Pendidikan Formal sampai Tingkatan Sarjana Teknik Arsitektur, setelah selesai kuliah harus kembali ke Desa, karena harus menjalankan amanat keluarga khususnya dalam peran Sosial Kemasyarakatan dan menjalankan Adat dan Budaya di Desa, Banjar Tegallinggah tempat kelahirannya.
Selesai kuliah,langsung terjun di Desa dengan kegiatan usaha cetak batako, membuat Kusen-mebeler, kerajinan dan sempat sebagai Pelaku Usaha Jasa Konstruksi.
Bom Bali Satu dilanjutkan dengan Bom Bali Dua, membuat perjalanan Usaha harus dihentikan akibat kondisi Perusahaan yang semakin Sulit.
Sosok yang biasa di Organsasi, seperti Kadin, Gapensi, Hipmi dan Organisasi Profesi dan Organisasi Sosial serta ikut aktif di Gerakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menempa diri menjadi sosok yang biasa terpanggil bisa membantu, sedapat mungkin apa yang bisa diperbuat, sekalipun itu hal yang sangat sederhana atau sekecil apapun itu.
Sebagai pendamping Kelompok Usaha, kelompok Pengrajin karena disadari perlu adanya keterpanggilan untuk berbagi. Sempat menjadi Tim Pengelola UKM Center Karangasem, Tim Pengelola Bank Sampah Sentral Amlapura.

Dari Dua Sosok yang mempunyai perjalanan dan cobaan yang hampir mirip, tanpa sengaja ketemu antara Anang W dan Komang Sugiarta membentuk Sanggar Seni Kreatif GERAM ( Gerakan Anak Alam) sebagai wadah tempat melakukan aktifitas membantu masyarakat dan sebagai Mitra Pemerintah khususnya KODIM Karangasem melakukan Program kegiatan menyokong Program Ketahanan Pangan, menuju Kemandirian dan kedaulatan Pangan.

Nama GERAM dpilih dari diskusi dan kesepakatan berdua dalam perjalanan ke Denpasar memilih nama Sanggar Seni Kreatif GERAM. Geram diartikan bagaimana dalam kediaman dalam pengabdian Anang W dan Komang Sugiarta, terlalu sering menjadi bahan Olok-olok, disepelekan orang karena dari sosok tampilan jauh dari kesan Sukses. Terlalu jamak orang sering mengartikan Sukses hanya dari yang tampak saja, Tampilan wah dll, apa ya… hanya itu…?

Kru Personil sanggar diperkuat oleh berapa pihak yang merasa terpanggil sebagai relawan Sanggar dari berapa kegiatan.
Amlapura, Nop 2016